Menghargai Karya Orang Lain Itu Penting, Maka Dari Itu Jangan Lakukan Tindakan Copy-Paste Tanpa Menyertakan Sumber Beritanya, Terimakasih:)
Showing posts with label journey. Show all posts
Showing posts with label journey. Show all posts

Berbicara Sampah

Ada lebih dari sekedar satu kali pengulangan yang terjadi,
ada sebab yang tak kunjung selesai,
ada sembab yang tak kunjung usai.

Aku tak lagi dielu-elukan olehmu,
tak lagi pula sedang mengelu-elu kan namamu,
kita beda yang berdekatan,
kita sama yang bersebrangan.

Oh! Coba kembali kau baca kataku,
coba kau pahami dikit-demi sedikit peribahasaku,
bukankah salah paham sudah jadi budayamu?
Bukankah, salah penafsiran sudah sering terjadi padaku?

Kita ini manusia,
kamu ini manusia,
saya pun juga manusia.
Manusia.
Ma,
nu,
si,
a.

Yang tak pernah sia-sia hanyalah jadi hal yang begitu saja kubilang berharga.
Yang sia-sia adalah yang begitu saja kau bilang biasa saja.
Yang tak pernah kau sadari,
yang tak pernah coba kuterima.

Kita ini sama sia-sianya,
aku ini sama sialnya,
kamu ini biang sialnya.
Sialnya, kita ini sama-sama sial.

Ah, aku ini sedang berbicara apa?
Kukira otakku mulai tak waras,
kukira cuma hatiku saja yang sedang sakit-sakitnya,
ternyata sama tampaknya.
Rupanya sekujur tubuh kita ini sama-sama sakit.

Kita,
sama-sama
saling,
untuk silang.

Kita,
sama,
meski sebrang selalu jadi aral yang melintang.

Sekian.*esc
0

Sebelas

Mungkin tidak semuanya bisa selalu ada. Tapi yang jelas
dimana pun kalian berada, hati dan pikiran kita
InsyaAllah akan selalu terpaut satu sama lain. #hana

Hari demi hari yang sudah kita lewati bersama, kebersamaan yang terajut perlahan namun pasti, canda-tawa yang membahana dirumah kita, bahkan tangis-duka yang menyerbak meraung digubuk kecil itu. Kami membangunnya mulai dari nol. Percayalah ini terasa sulit, sungguh sulit. Menyatukan sebelas pemikiran yang berbeda dalam satu wadah yang sama.

Kami mengabaikan seruan serdadu jendral yang menyuruh kami untuk pergi segera dari gubuk kecil itu, kami tetap tinggal disini! Ini rumah kita! Bukankah seharusnya rumah itu dirawat dan dihuni setiap saat? Bukan ditinggal dan dibiarkan begitu saja? Mana perjuanganmu!? Mana?

Kita, kamu dan aku sama-sama mencintai bendera kebangsaan ini. Kita sama-sama cinta. Tapi cinta yang sama tak membuat kadar perjuangan yang diberikan pun sama juga. Bukankah ini tidak adil? Life is unfair.

Tidak perlu banyak kata lagi yang harus dituangkan, aku hanya ingin kita bisa bersatu sama seperti mereka yang terdahulu. Bersatu untuk berjuang. Bersatu menjadi pelurus. Bersatu meneruskan ukhuwah. Bersatu membangun rumah kecil yang kumuh dan merubahnya menjadi istana megah nan agung. Demi kejayaan yang kita tumpu bersama, aku mencintai kalian karena Allah. Bukankah ini sudah adil? Berjuanglah juga karena kita sudah berada dijalan yang sama.
*esc
0

To Feel Your Love

"Kapan kamu berikan aku kesempatan untuk rasakan itu?" - #hana
Sampai hujan berhenti dan bulan tak temukan tempatnya yang layak. Sampai itu kamu masih tak berikan aku kesempatan untuk sedikit saja dekat denganmu.

Lantas kapan? Kapan waktu itu akan tiba? Apa aku harus menunggu hujan turun dan ada pelangi disana? Di dalam ruas-ruas hatimu itu? Atau aku harus menunggu musim semi datang pada padang pasir yang gersang?  Hingga senja tiba-tiba hadir di pagi buta? Bukan kah tidak mungkin untuk itu semua? Bukan kah tidak...

Tapi, bukannya yang tidak mungkin bagiku menjadi mungkin karenamu? Untuk ini, terlalu banyak tanda tanya untuk sekedar dekat maupun mencintaimu dalam diam. Terlalu.

Hingga saat itu tiba, aku akan membuat kamu merasakan. Bahwa aku ada, disini. Berdiri, menunggu pelangi yang sedang merekah merambah langit. Aku menunggu kamu! Lagi-lagi begitu...*esc
0

Tentang Kalian...

Tentang kalian...
Karena tidak ada sahabat yang baik seperti ini selain kalian, mungkin yang menjadi sahabat-ku tidak hanya mereka. Tapi juga ada kamu, dia, mereka, dan kalian-kalian yang lain. Tapi sekarang kalian yang menjadi paling dekat dan paling sering kutemui. 
Kalian yang selalu ada disini. *kenapa dicoret?* Karena yang selalu kadang tidak menjadi selamanya. Karena, kadang yang selalu tidak benar-benar hadir setiap saat disini. Karena yang selalu, kadang lebih sulit untuk terus-menerus berada disini.
Mereka memang tidak setiap saat hadir, paling tidak secara visual. Tapi mereka ada disetiap momen yang aku alami. Mereka, bukan yang lain.

Tentang kalian, yang kadang menyebalkan.
Tidak seorang pun yang bisa menyenangkan orang lain setiap saat. Tidak ada. Kadang menjadi menjengkelkan dan menyebalkan lebih menyenangkan. Karena itu yang membuat aku, tidak bisa melupakan kalian. Itu! Menjadi menyebalkan, mungkin itu yang sering aku rasakan. *Apaaaaainiiii?* Okayokay, pada intinya tiap kali kalian menjadi menyebalkan pada saat itu aku merasa kalian benar-benar ada.

Tentang kalian, yang membuat momen berharga.
Banyak momen yang hilang dan bahkan berlalu begitu saja. Banyak! Dan aku menyesal untuk itu, terimakasih. Tapi kalian tidak pernah berhenti untuk membuat momen-momen menyenangkan yang lainnya. Kalian, tidak pernah bisa berhenti untuk membuat momen itu. Tanpa kalian sadari, kalian yang selalu membuat aku menjadi semakin berharga. Kalian, bukan yang lain.

Tentang kalian, terimakasih untuk semua.
Terimakasih untuk semua momen itu, untuk semua candatawa yang ada, untuk semua tangis yang tercipta, untuk semua air mata yang kalian berikan, untuk aku. Terimakasih karena mau dan masih ada disini untuk ku. Terimakasih karena mau dan rela menyuapiku sesendok obat dengan rasa pahit yang luar biasa. Terimakasih karena masih dan mampu memperhatikanku meski aku tak begitu. Terimakasih karena mampu bersabar dengan aku yang keras kepala dan kadang menjadi begitu egois. Terimakasih. Terimakasih, karena kalian yang mampu membuatku berucap begitu. Karena kalian, cuman kalian. *esc 



 Hai:') Terimakasih untuk kalian yang sudah membuat momen ini.
Aku sayang kalian.{}


0

I Won't Give Up!

I Won't Give Up! Because you always teach me about "How strong you with your confidence"- #hana

Masih ingat ketika kamu, yang berusaha ajarkanku untuk tetap percaya dengan apa yang kita buat. Dengan usaha yang kita lakukan, dengan niat dan semangat yang kita punya. Aku masih ingat! Seberapa kuat kamu waktu itu. It's too late to talk about this, but i'm still rember how you can strong.

Aku ingat ketika kepercayaan itu sudah memudar dan kamu! Masih bersikukuh untuk percaya tentang kekuatan dari sebuah jembatan yang kita buat bersama. Kita; aku, dhianchristanova, thyaa. Aku juga masih ingat bagaimana ekspresi wajahmu ketika kamu mengatakan... "There can be miracle, when you believe." Yep, there can be... 

Sebenarnya, ada pertanyaan yang menggangguku kala itu... Tentang sebuah kepercayaan. Dengan kondisi dan pandangan mata yang sudah jelas, apa kamu masih percaya akan kekuatan yang ada pada benda itu? (re: jembatan) Atau semangat kepercayaanmu itu hanya untuk menguatkan kami, yang hilang percayanya pada sebuah kekuatan?

Berangkat pagi, pulang malam. Itu kita! Bekerja keras, berkenalan dengan lem, memainkan silet dan gunting, lompat keluar lewat jendela, dan mengorbankan segalanya. Demi sebuah kekuatan yang bahkan kita sendiri tidak pernah tau seberapa kuat benda (re: jembatan) itu bisa bertahan? There is only hope.

Aku tau, kita tidak pernah berhenti untuk berusaha. Aku tau, kamu masih bisa bertahan. Bahkan lebih kuat dari yang aku bayangkan. Karna kamu yang ajarkan aku tentang bagaimana pentingnya sebuah kepercayaan. Percaya pada apa pun yang kita buat dengan tangan kita sendiri, dengan cinta dan semangat yang besar. Bukan untuk kemenangan pada awalnya, tapi untuk sebuah keyakinan, pembuktian, dan pengakuan. Bahwa kita bisa membuatnya dengan sepenuh hati. Tidak dengan semangat yang setengah-setengah dan berakhir sia-sia. Karna yang kita lakukan kemarin bukan hasil dari sia-sia dan sebatas ajang coba-coba, yang kita lakukan kemarin... Adalah pembuktian untuk kamu dan aku, untuk kita. Pada mereka dan juga diri sendiri.

Dan aku masih ingat, ketika seberapa kuat wajah itu menahan kecewa... Namun tetap bisa menguatkan yang lain, dan masih percaya.. *esc
"There can be miracle, when you believe..."

thanks to you dhianchristanova,
because you make me never stop to believe.
-hana-

                                       And this is it, The Bridge of Hope.
                      Created by; @SekarCilukBaaa , @dhianchrista , @thyaaak



Belajar Bersyukur

Haloooo semuanyaaa, aku kembali lagi looh dengan postingan baru :D
Kali ini, aku mau ngajak kalian buat Belajar Bersyukur. Pasti pada mbatin deeh, kenapa judul kali ini mesti Belajar Bersyukur ? Padahal kalian pasti tiap harinya udah "merasa" bersyukur sama apa yang dikasih Tuhan. Yakaaaan? =)

Bukan bermaksud apa-apasih readers tapi yaaa gimana yaa, kan dalam hidup ini kita perlu banget bersyukur kalau rasa bersyukur aja kita udah nggak punya, gimana sama rasa-rasa yang lain? Itu kaya semacam kenyataan hidup yang penting lhooo...

Sebelumnya nih, kenapa aku tulis kata Belajar didepan kata Syukur ? Karena pada dasarnya semua orang, termasuk senior-senior kita dalam dunia ini (re: orang yang lebih tua dari kita) sebenarnya juga masih dalam tahap belajar kok=) So, mari kita Belajar Bersyukur....

Bersyukur sebenarnya adalah hakikat manusia untuk berterimakasih kepada Allah karna telah diberikan segala sesuatu yang kita butuhin untuk kemarin, hari ini, maupun untuk esok hari. Kadang manusia didunia ini sering banget lupa untuk Bersyukur atas apa yang sudah didapatkannya. Nggak munafik sih, kadang aku juga bersikap seperti itu. Hehehe._.v

At least, Bersyukur merupakan salah satu komponen penting dalam hidup ini readers, kenapaaa? Ya karena, tanpa adanya rasa Bersyukur kita nggak akan pernah bisa untuk memahami bagaimana posisi orang lain disekeliling kita. Jelas tergambar didunia ini, bahwa apa yang kita rasakan belum tentu orang lain rasakan. Apa yang kita dapatkan tidak selalu orang lain dapatkan. Dan apa yang kita terima nggak selalu orang lain juga menerima. Itu juga termasuk realitas sosial yang terjadi lho=)

Maka dari itu kenapa kita perlu buat Belajar Bersyukur ? Yaa karna itu, tujuannya adalah untuk menghormati segala yang sudah didapatkan dan segala yang sudah diberikan kepada kita. Itu untuk Hablum Minallah

Kalau untuk Hablum Minannas-nya yaaa karna dengan Bersyukur kita jadi bisa tau bagaimana rasanya menjadi mereka yang belum tentu kehidupan sosial maupun pribadinya seberuntung kita dan untuk mengajarkan kepada diri kita sendiri agar menghormati setiap apa-apa yang sudah kita punya. Supaya kita tidak menyia-nyiakan apa yang ada dihadapan dan digenggaman kita sekarang.

Ohya, Bersyukur juga mengajarkan kita untuk berbagi dengan sesama lhooo readers... Mengajarkan tentang arti kesederhanaan, tentang makna kehidupan, mengajarkan kita tentang kesabaran jugaaa lhoo. Dan terkadang rasa Bersyukur juga bisa memperngaruhi mindset kita soal kehidupan dunia ini.

Well, kesimpulan terbesarnya adalaaaaaah..... *jengjengjeng*
Belajar Bersyukur itu nggak salah dan nggak ada salahnya. Malah bagus buat diri kita sendiri, maupun buat hubungan sosial kita dengan orang-orang yang hidup disekitar kita, dan juga untuk hubungan kita terhadap Tuhan. Bersyukur punya efek postif yang banyaaak kok. Jaadii untuk readerswan dan readerswati yuk ah mulai sekarang kita Belajara Bersykur demi menjalani kehidupan yang ditujukan untuk Bahagia! Ceria! Gembiraaaaaaaaaa :) *esc


Anak kecil aja bisa Belajar Bersyukur, kenapa kita enggak? :D
0

Seberapa Pantas ???!!

Ehem! Haaaaalooo readerswan dan readerswati =)))
Dalam posting ini saya bakalan bahas harga dari sebuah hal yang Pantas dan Tidak Pantas untuk diri kita, soo baca baik-baik yaaa ... ☺☺☺

Naah sebenarnya udah pantas belum sih kalian buat pasangan kalian? Atau seberapa pantas sih kamu untuk jadi yang paling pantas untuk dibanggain ?

Hayook ah baca beberapa pertanyaan quotes dibawah ini :
  - Menurut diri kalian, udah seberapa pantas kalian untuk ditungguin seseorang ? 
  - Seberapa hebat diri kalian untuk dibanggakan ?
  - Seberapa pantas kalian untukdiharapkan ?
  - Sanggupkah kalian meyakinkan seseorang disaat mereka bimbang ?
  - etc/dll/yang lainnya, ngahaha :D

Itu tuh beberapa contoh pertanyaan yang sering banget kalian tanyain dalam diri kalian, iyaaaaa kaaan ? Benerkaaan? Hahahaha :D

Eheem, ayolaah readers jangan terus-menerus bertanya ! Karena sebenarnya pertanyaan-pertanyaan itu malah semakin membuat kalian RAGU !! PD aja lagii =)) Mau Pantes, mau enggak semua itu yang nilai bukan hanya kalian aja kok. Tapi pasangan kalian juga, dan inget masih ada banyak orang yang siap memperhatikanmu dan menilaimu !

Readers, aku ulang sekali lagi yaa... Pantas tidaknya diri kalian itu TERGANTUNG dengan diri kalian sendiri. Mau dibilang pantes sama pasangan ? Atau pun mau dibilang nggak pantas ama pasangan ? Sekali lagi semuanya kembali ke diri kalian masing-masing.*esc




                                 ☺☺ Your life in your hand   *esc



Akankah kalian akan tetap menunggu seperti ini ?? Coba pikirkan lagi :)
0

A THOUSAND YEARS

          Kemarin aku bertemu denganmu, jantungku berdegub dengan kencang. Hari ini aku bertemu denganmu, degub jantungku ternyata masih sama dan tak pernah berkurang. Esok aku akan tetap bertemu denganmu, aku akan bertemu denganmu untuk kembali merasakan detak jantung yang sama. Begitu seterusnya hidupku kan kujalani. Hari demi hari kulewati untuk bertemu denganmu, untuk merasakan rasa yang sama, detakan yang sama, decak kagum yang sama, dan perasan ini akan tetap sama selamanya. Ini yang namanya bahagia ! Saat memang benar aku telah menemukanmu, ya dari detak jantung inilah ku yakini bahwa kamu adalah orang yang seribu tahun lagi akan kutemui, begitu pula dengan seribu tahun selanjutnya.

        Sayangku, mungkin ini gila. Tapi percayalah aku rela mati untuk menunggumu merasakan detakan jantung yang sama. Rasa takut rasanya kini bukanlah halangan bagiku, karna rasa takutku kini telah terkalahkan oleh rasa cintaku. Tenanglah sayang, aku akan mencintaimu hingga seribu tahun kedepan, aku akan selalu merasakan detak jantung yang sama hingga seribu tahun kedepan, dan aku pasti percaya bahwa hanya kau yang ada dimasa depanku hingga seribu tahun berikutnya. Dan seribu tahun berikutnya, seribu tahun berikutnya lagi, hingga seribu tahun itu habis dan terisi kembali aku akan tetap berdiri disini ! Berdiri dan meletakkan tanganku tepat diatas dimana detak jantung itu terdengar saat aku menatapmu. Dan akan kurasakan ini selamanya padamu.

         Memang ini terdengar gila, tapi percayalah seribu tahun bagi kita bersama tidak akan cukup jika tidak diberi seribu tahun berikutnya, bahkan itu tidak akan pernah cukup hingga seribu tahun demi seribu tahun kedepan yang akan kita lewati.

      Selangkah lagi sayangku, selangkah lagi ! Jangan menghilang dan membiarkanku sendiri, karna pada saat itu ketakutanku akan muncul kembali. Ingatlah saat kau ingin pergi, ingatlah bahwa aku akan selalu menunggumu disini, ingatlah bahwa akan ada aku yang selalu untukmu.

      Memang Tuhan yang selalu menentukan apa yang sudah terjadi kemarin dan yang akan terjadi  hari ini, esok, dan esoknya lagi. Tapi hanya kau dan aku yang akan menentukan, apakah hari ini tetap jadi milik kita, apakah besok masih untuk kita, dan apakah keesokan harinya lagi tetap menjadi milik kita.

    Waktu yang terus berjalan membuatku merasa bahwa seribu tahun itu sangatlah singkat bagi kita, sebentar lagi sayang... Sebentar lagi ...

     Hingga seribu tahun itu menjadi sejuta, aku akan tetap merasa bahwa sejuta tahun itu adalah seribu tahun. Karna aku tak mau menua jika bersama mu, aku tak ingin menua dengan sejuta tahun yang ada. Sejuta tahun tanpa seribu tahun akan tetap menjadi sembilan ribu tahun bagi kita.

      Dan seribu tahun tanpa sehari bersama mu akan tetap menjadi sembilan ratus sembilan puluh sembilan (999) hari, tetapi jika sehari saja bersama mu itu sudah terasa seribu tahun. Ini aneh ! Tapi ini nyata ! Percayalah..

     It's a story my thousand years with him. so what story about a thousand years you and him ?*esc

Hatiku Berhenti di Kamu

Lelah aku berkelana mengelilingi setiap penjuru hanya demi menemukan hati suci yang abadi. Terus kulangkahkan kaki ini, terus ku gerakkan hati ini demi mencari sang pujangga cinta. Tiada henti, tiada jeda yang cukup kuberikan. Walau hanya untuk menenggak segelas air. Aku berjalan tanpa henti, hingga sang waktu kini tak dapat menghitung lagi, berapa lamanya aku berkelana dan menjadi sang pengembara cinta.

Hingga ...
Ku temukan sebutir ketulusan dalam hati seorang pria. Hatinya mungkin memang tak suci, hatinya juga mungkin tak abadi. tapi aku yakin hatinya memiliki ketulusan yang pasti. Ketulusan yang selama ini tak pernah ku jumpai dimanapun aku berkelana.

Hatiku kini akhirnya berhenti pada hatinya. Ya, hatiku memang berhenti di kamu ! Hingga kini aku tak kuasa untuk kembali melangkahkan dan hatiku ketempat lain. Entah karena aku telah lelah berkelana atau memang karena hatinya yang telah membuatku berhenti melangkah.

Aku tak peduli dan tak pernah mau peduli akan hal itu, terima kasih ya Allah karena telah membuat hatiku berhenti pada orang setulus dia ... *esc

Pembaca

Pembaca Setia

Back to Top