Menghargai Karya Orang Lain Itu Penting, Maka Dari Itu Jangan Lakukan Tindakan Copy-Paste Tanpa Menyertakan Sumber Beritanya, Terimakasih:)
Showing posts with label personal experience. Show all posts
Showing posts with label personal experience. Show all posts
0

30 Menit



"Cuman butuh 30 menit aja kok."
Aku cuman minta 30 menit aja, buat barengan sama kamu. Buat jalan ke satu arah yang sama, buat ngobrol bareng di satu meja yang sama, buat memandang satu langit yang sama, bahkan buat ketawa ataupun menangisi satu hal yang sama-sama saling kita bicarakan, cuman 30 menit aja kok. Dari 24 jam waktu yang kamu punya seharian ini. Nggak lebih..

Untuk hari ini saja, tolong..
Aku cuman mau kamu membuatku kembali belajar tentang suatu hal hari ini, aku cuman mau minta bantuan.. Supaya esok aku bisa lebih baik lagi. Bisakan? Sebentar saja, cuman 30 menit.

Apa sesusah ini sekarang untuk minta waktumu meski hanya 30 menit? #hana *esc
0

Dua Sisi

Kamu dan aku adalah dua pribadi yang berbeda. Sangat berbeda, hingga perbedaan itu membuat dua sisi dalam hidup kita masing-masing. Kamu dan aku adalah dua manusia yang sama, kita sama-sama dilahirkan untuk belajar didunia, untuk menjadi kuat, untuk menjadi tegar, dan untuk menjadi khalifah yang baik bagi dunia. Kamu dan aku memang sama, kita sama-sama telah ditakdirkan untuk berjumpa. Ditakdirkan untuk saling membandingkan satu sama lain, dan yang terpenting ditakdirkan untuk saling belajar satu sama lain.

Kamu pribadi yang baik, bijaksana, lemah lembut, dan bahkan nyaris sempurna bagiku. Ya, nyaris sempurna. Bahkan hari itu aku mendengar seseorang berkata padaku, bahwa kau begitu sempurna. Aku tidak menyangkal itu, karna saat ku pandang kedua mata indahmu aku menyadari betapa sempurnanya dirimu kini.

Ini menjadi pembanding bagiku, aku memang bisa dikatakan baik, bisa dikatakan bijaksana. Tetapi untuk bisa menjadi lemah lembut ? Aku rasa, aku butuh kau untuk menjadi guru privatku. Menjadi nyaris sempurna ? Rasanya bukan keahlianku untuk menjadi nyaris sempurna, karna nyatanya aku jauh sekali dari kalimat kesempurnaan.

Inilah yang membuat ada jurang kepribadian antara kita, meskipun kau tak merasa begitu. Dan aku juga tidak bersikap seperti itu.

Pembanding tetaplah menjadi pembanding, kau dengan kepribadianmu. Aku dengan kepribadianku. Kita memang berbeda secara garis besar, tapi Allah telah menciptakan perbedaan itu untuk menjadikan dunia lebih indah. Lebih bervariasi, lebih berwarna, dan lebih dramatis. Karena perbedaan telah menjadikan manusia memiliki dua sisi dalam kehidupannya. Ya, dua sisi. Sisi untuk dirinya sendiri dan sisi untuk kehidupan orang lain sebagai pembanding hidupnya.

Inilah sisi pembandingku? Bagaimana dengan sisi pembandingmu? Coba cari tau dan bandingkan JJ*esc



Yin dan Yang selalu berwarna Hitam-Putih.
 Itu menandakan bahwa mereka selalu berbeda.
Tapi entah kenapa mereka selalu digambarkan dalam wadah yang sama.
Dan seperti inilah gambaran kita didunia.
Ingat!! Perbedaan membuat segalanya jauh lebih INDAH !
0

Kau Kenangan Terindahku

Dia itu seseorang yang secara tiba-tiba datang dalam kehidupanku beberapa tahun lalu… Sejak pertama kali aku melihatnya, aku sudah menyukainya, entah apa yang terjadi, rasanya seperti ditarik agar aku selalu memandangnya. Hatiku tertarik padanya… Aku menyukainya !

Mungkin terasa seperti mimpi, tubuhku seperti terbang keawan setiap kali aku melihatnya, hatiku berbunga pada pandangan pertama, saat pertama kali aku melirik dan menatap matanya dalam-dalam. Keinginanku untuk memilikinya begitu besar. Sampai-sampai aku tidak pernah sadar dengan persaanku yang telah terluka dan hatiku yang telah hancur karena tersakiti.

Ya, dia telah melukisakan sebuah goresan luka yang dalam di dalam hatiku. Jiwaku rapuh, hatiku luka dan rasanya seperti tercabik-cabik dan tertancap seribu panah di tubuhku. Bagaikan merpati yang telah rapuh karena kehilangan sayapnya yang patah dengan darah yang menetes di bulu halusnya. Namun, dia tetap mencoba bertahan hidup dan terbang dengan pelan walaupun dengan sayang yang terluka.

Jujur, sebenarnya aku sudah berusaha melupakanmu dengan berbagai cara. Namun, apa yang terjadi ? Bukannya melupakanmu justru membuatku semakin menyayangimu. Sulit rasanya untuk melakukan hal itu.

Beberapa waktu lalu, pernah aku mencoba merelakan hatiku pada yang lain, tapi akhirnya ? Sadar dalam waktu singkat, hanya karena aku tak bisa membohongi bahwa hatiku masih untukmu ….

Bukannya sok puitis, tapi percaya gak percaya itulah kenyataannya. Mungkin perasaanku gak pernah berarti apa-apa bagimu, tapi yang pasti … Do’aku akan selalu mengiringi setiap langkah dan pilihanmu.

Saat aku menyadari, aku sudah menyukaimu selama 2 tahun lebih… Memendam perasaan ini selama bertahun-tahun… Bahkan terakhir aku melihatmu waktu aku masih duduk dibangku kelas 5 SD. Tapi entah kenapa, aku tak pernah bisa menggantikanmu dengan yang lain.

Ini adalah hal teraneh yang pernah aku rasakan diseumur hidupku. Sebelumnya, aku belum pernah merasakan hal ini di dalam hatiku. Perasaan yang yang sejujur-jujurnya adalah bahwa aku sangat menyayangimu lebih dari apapun.

Setiap jam, setiap menit, setiap detik aku selalu ingin melihatmu. Diam-diam aku memperhatikanmu dari jauh. Tapi aku sadar disana, ada orang lain yang masih mengharapkanmu.
Sahabat dekatku. Ternyata, aku baru tau kalau ternyata dia juga meyukaimu. Saat mendengar pernyatan itu dari sahabatku, aku sangat ingin marah, dan menangis. Tidak pernah kusangka ternyata dia mempunyai persaan yang sama denganku. Tapi aku juga tidak bisa memarahinya, karena aku kasihan padanya.

Akhirnya aku memutuskan untuk merelakan dia pergi hanya untuk sahabatku. Sakit rasanya saat aku harus merelakanmu pergi dari kehidupanku yang kelam tanpa cahaya. Itulah alas an kenapa aku harus menghapus dia dari hidupku.

Tapi apa yang terjadi ? Sahabatku justru membenciku saat aku telah memberikan sesuatu harapan yang besar padanya. Namun, biarlah sudah. Dia adalah kenangan terindah di dalam hidupku, dia cahaya terang yang mampu memadamkan kekelaman dalam hatiku.

Aku rasa sudah cukup sampai disini, aku lelah dengan cinta sepihakku yang tidak pernah di pandang olehnya.

Terima kasih, karena engkau telah memberikan pelangi dan cahaya dalam hidupku walau hanya sekejap. Namun tak apa. Terima kasih karena engkau telah memberiku harapan besar yang sekarang berubah menjadi harapan kosong belaka.

Dan izinkan aku memendamnya dalam sedih dan diam, walau aku tak berhak memilikinya lagi. Ini semua karena “Kau Kenangan Terindahku”. Semoga suatu saat nanti aku bisa melupakanmu sampai dirimu benar-benar terhapus dan hilang di dalam hidupku… *esc
0

I' AM SINGLE ???

I’ am Single? Sebenernya perlu gak sih kita nulis-nulis kata “i’ am single” disalah satu account pribadi kita? Perlu nggak kita teriak-teriak dan ngumumin kalo kita itu single? Atau mesti nggak sih kita nulis di BBM, Twitter, bahkan Facebook, dan account-account yang lain kalo kita itu single?

Ayolaah gaes, trus kalo kita single kenapa coba? Dan kalo orang lain tau kita single, emangnya kenapa? Penting gitu buat mereka? Atau kita hanya mencoba penarik perhatian cowok/cewek yang kita suka semasa kita punya pacar? Hmm, atau hanya memperingatkan temen-temen maupun guru-guru kalian disekolah kalo sekarang kita lagi single dan nggak ada komitmen tentang hubungan percintaan sama orang lain? Alih-alih menghindari sanksi dari guru dan sekolah gitu, hehehe…

Sebenarnya setiap siswa maupun siswi selalu mempunyai alasan dan pengertian yang berbeda-beda dalam mengartikan kata “I’ am single” itu sendiri. Tapi taukah kalian bahwa dengan kalian meneriakkan kata “I’ am single” dan menyebar-nyebarkan kata itu ke teman, guru, maupun para jomblowan dan jomblowati disekitar kalian itu sama dengan kalian sedang mempromosikan diri kalian yang sedang tidak berpacaran supaya menjadi berpacaran kembali. Dan itu berarti setelah kalian putus dengan pacar yang lama, kalian dalam proses pencarian pacar yang baru.

Gak  munafik juga sih, terkadang aku sendiri pun sering mengatakan “i’ am single” didepan temen-temen, guru, maupun orang lain yang pastinya aku kenal. Menurutku itu sudah bukan hal yang tabu lah sudah jadi rahasia umum jika seorang pelajar sedang tidak berpacaran atau yang baru saja putus dari pasangan mereka, maka mereka akan memperjelas status mereka dengan berkata :
è “Aku single loooh”
è “I’ am single”
è “Aku jomblo (y)”
è “Saya sudah single tau !”
è Daaaaaaan banyaaak lagi macamnya … 

Soo, I’ am single seperti apakah yang kalian bayangkan dan kalian artikan?? Let’s think about it from now ! *esc
0

Dan Kini !

Hanya bintang dan Tuhan yang tahu bagaimana caraku menjadikanmu menjadi bagian terpenting dalam hidupku !

Tapi kini aku tak lagi menjadi satu-satunya mega disenjamu, saat kau mulai  meredakan aktifitasmu yang penat. Dan aku tak lagi  jadi satu-satunya mentarimu, dipagi hari saat kau baru membuka mata ...

Dan kini cinta kembali mempertanyakan keberadaannya disisiku. Tanpa sedikitpun bermaksud meragukan cinta yang ada, aku hanya ingin berfikir layaknya sang pencerah yang bersinar lebih terang dari matahari ...

Dan kalaupun ada yang harus ku pertanyakan, maka aku akan bertanya pada hati kecilmu ...

"Sungguh, apakah kau benar-benar menginginkanku untuk menjadi seseorang yang berada disampingmu kapanpun kau butuh?"


Dan akan kupastikan ! Hanya jawaban dari hatimulah yang akan kuterima suatu saat nanti !

Kini aku hanya menjadi bayangan bagi megamu yang sebenarnya ! Dan kini aku hanya menjadi sinar dari mentarimu yang sesungguhnya !

Entah berapa lama lagi aku kan bertahan pada posisiku sekarang ?!

Tapi percayalah aku akan mencoba bertahan setahan yang ku bisa, dan aku kan mencoba tetap mengawasimu meskipun dari sisimu yang paling kelam... *esc
0

Kesalahan Terdalam ku

Kesalahanku adalah mencintaimu, dengan sadar aku merasakan cinta ini. Dengan sadar, dengan sadar ! Meskipun aku tau memilikinya, aku tak pernah peduli akan hal itu. Meskipun harus kujatuhkan diriku ke dalam sebuah lubang yang gelap. Meskipun harus kuruntuhkan dunia ini. Aku akan tetap mencintaimu, akan mencintaimu ! Dan akan selalu begitu !

Tak akan berubah sedikitpun dan tak ada sedikitpun rasa ini ingin ku hapus. Tak ada niatan apa pun hati ini ingin melupakanmu. Yang ada hanya rasa yang ingin selalu mencintaimu, selalu mencintaimu !
Andai aku punya kesempatan akan hal itu, andai aku lebih dulu mengenalmu !?

Tapi …

Ternyata kenyataan ini sangat jauh berbeda dengan yang aku harapkan. Oh Tuhan, aku tak sanggup kau buat seperti ini. Aku hanya ingin mencintai dan dicintai dengan nyata. Meskipun aku tau hal itu tidak lah mungkin kujalani saat ini bersamanya. Jangankan memilikinya, membayangkan untuk  bersamanya saja aku tak sanggup.
Memang lebih baik dicintai dari pada mencintai. Tapi aku akan tetap mencintaimu, meskipun itu akan menjadi kesalahan terdalamku !


“ Biarkanlah aku yang mencintaimu dengan RAHASIA “





*especially for you :’) *esc
4

Penantian Panjang

7 bulan telah berlalu setelah kumulai menanti seseorang yang kusayang. 7 bulan bukanlah waktu yang singkat, 7 bulan bukanlah waktu yang mudah bagi seorang pria sepertiku hanya menanti sebuah jawaban yang aku sendiri tak tau kapan datangnya, 7 bulan bukanlah waktu yang bisa membuatku merubah kemana hati ini melangkah.

7 bulan yang lalu, telah kunyatakan perasaanku pada seorang wanita yang pada kenyataannya dia adalah kakak kelas ku sendiri. Aku tak memungkiri, dia begitu cantik, dia begitu sempurna dalam pandanganku, dia begitu istimewa, dan dia yang telah membuatku mengerti akan perbedaan. Bagai gayung yang bersambut, dia pun membalas perasaanku dengan perasaan yang ia punya. Betapa senangnya hati ini saat ku dengar dia juga menyayangiku.

Tapi tak kusangka, setelah kita sama-sama saling mengetahui tentang perasaan masing-masing aku tetap tak bisa memilikinya. Dia telah memberiku sebuah kabar yang membuatku jatuh sangat dalam, aku tak tahu harus berbuat apa pada awalnya. Tapi setelah dia menyatakan apa yang menjadi alasannya, nampaknya akupun mulai menerima keadaan itu.

"Maaf aku tidak bisa menerima mu untuk saat ini, sungguh aku hanya ingin lebih berkonsentrasi pada sekolahku sekarang." Kata wanita itu.
"Benarkah itu ? Baiklah aku akan mencoba menerima dan menjalani semua dengan lapang dada." Jawabku tertunduk lesu.

Sekiranya begitulah gambaran percakapan kami, tak lama setelah kejadian itu. Keadaan mulai membaik, aku mulai bisa menerima semuanya, dia pun juga begitu. Meski kusadari beberapa kawannya terus saja berusaha membantuku untuk bisa memilikinya, aku tau betapa gigihnya mereka membantuku untuk mendapatkannya. Tapi semua terasa sia-sia saat jawaban yang sama selalu terlontar dari bibir manisnya.

Sampai pada bulan ke-7 kami menjalani semua, kawan baiknya tetap saja gigih untuk membantu hubungan kami. Malam itu tanggal 31 Desember 2011. Aku mencoba bertanya pada salah satu kawannya yang juga kakak kelasku melalui pesan singkat yang kukirim ke nomor ponselnya.

"Kak, menurutmu kalo aku nembak dia sekarang gimana?" Kataku dalam pesan tersebut.
"Lho ya nggak papa dek ! Tembak aja sekarang, mungkin aja dia mau nerima." Balas kawannya.
"Yakin tah kak? Nggak lah aku bakalan tetep setia nunggu aja, aku takut sakit lagi". Kataku pada pesan itu.
"Nggak papa dek coba aja, bentar-bentar aku coba telpon anaknya dulu." Balas kawannya lagi.

Begitulah kira-kira beberapa pesan singkat yang aku kirim ke salah seorang kakak kelasku. Malam itu aku benar-benar diliputi kegelisahan. Aku ingin menyatakan kembali, tapi aku takut kata yang sama lah yang akan dia katakan padaku. Tuhan tolong bantu aku !

Beberapa hari kemudian setelah malam itu berlalu tanpa daya ...

Kiranya hari Selasa siang, kami yang sejak awal memutuskan untuk bertemu akhirnya beranjak dari rumah menuju sebuah mall yang cukup besar dikota kami. Kami tak hanya berdua, tak mungkin kami cuma jalan berdua. Dia mengajak kedua temannya dan aku mengajak seorang sahabat karibku. Kami bertemu disana, kami berbincang, dan meluangkan banyak waktu bersama.

Sampai tiba pada arena permainan dilantai paling atas, kedua kawannya lagi-lagi menyuruhku untuk menyatakan perasaan itu. Awalnya aku menolak dan lagi-lagi salah seorang kawannya kembali meyakinkanku  bahkan sampai dia memberi jaminan kepadaku.

"Ayoo dek cepet ditembak ! Mumpung dia mau nerima kamu, tak jamin diterima wes. Cepetan !!" katanya setengah memaksa.
"Loh apa kak?" Kataku sambil diseretnya aku.
"Udahlaah ayoo cepetaan !!" Seret kakak kelasku.
"Cepet ditembak dek !" Sahut yang satunya lagi.

Ku kuatkan hatiku lalu kunyatakan perasaanku hari itu, pada suasana yang ramai, dan orang-orang yang berjalan kesana kemari disamping kami.

"Kamu mau tah jadi pacarku?" Kataku sambil muka memerah penuh keringat.
Dia hanya menganggukan kepala dan berkata ...
"Iya." Katanya singkat.
"Serius? Jadi Pacar loh? Beneran?" Kataku kaget.
"Iya beneran." Katanya singkat namun sangat berarti bagiku.

Setidaknya begitulah saat-saat yang paling mendebarkan dalam hubungan kami yang terjalin selama 7 bulan terkhir ini. 7 bulan yang kutunggu ternyata berbuah sebuah keberhasilan yang mutlak bagiku, dan kali ini aku telah menang telak untuk hatinya. Seketika itu pula kedua kawannya terlihat senang kegirangan. Entah kenapa mereka bersikap begitu. Dari situ kami melanjutkan acara jalan-jalan kami dengan perasaan suka cita. *esc

Pembaca

Pembaca Setia

Back to Top